Selasa, 30 Oktober 2012

Nota Debet dan Nota Kredit


Assalamu’alaikum ^^
Accounting Lovers, kita lanjut pembahasan unuk jenis-jenis bukti transaksi. Kali ini kita akan membahas bukti transaksi yang biasa disebut Nota Kredit dan Nota Debet.
Bukti transaksi ini identik dengan kegiatan jual-beli. Why ? Temukan jawabannya sesaat lagi.
Nota kredit (Credit Memorandum) adalah bukti transaksi penerimaan kembali barang yang telah dijual secara kredit (retur penjualan), atau pengurangan harga faktur karena barang sebagian rusak atau kualitas yang tidak sesuai dengan pesanan. Dalam hal demikian nota kredit dibuat oleh pihak penjual dan dikirimkan kepada pihak pembeli.
Jadi kawan, jika customer mengembalikan sebagian barang yang diterimanya karena mungkin barang yang diterima tidak sesuai pesanan atau sebagian barang ada yang rusak, maka penjual harus membuat nota kredit sebagai bukti bahwa penjual telah menerima barang tsb dan penjual telah mengkredit akun customer. Yang dimaksud mengkredit akun customer yaitu, jika transaksi jual beli dilakukan secara kredit, maka penjual akan mengkredit akun piutang customer sebagai akibat dari adanya retur penjualan (kewajiban customer berkurang). Jika transaksi dilakukan secara tunai, maka penjual akan mengurangi harga faktur (mengkredit akun kas) dan mengembalikannya (kas) kepada customer. Namun, ada kalanya customer meminta penggantian berupa barang lain dari penjual. Jadi transaksi ini tergantung pada kesepakatan bersama antara customer dan penjual.
 Okay guys :D

Jika Nota Kredit dibuat untuk transaksi retur penjualan, Nota Debet (Debit Memorandum) dibuat untuk transaksi retur pembelian. Nota Debet adalah bukti transaksi pengiriman kembali barang yang dibeli (return pembelian), karena sebagian barang yang dibeli ada yang rusak atau tidak sesuai pesanan. Maka, nota debet dibuat oleh pembeli untuk dikirimkan kepada penjual.

Nota debet dikirim bersamaan dengan barang yang dikembalikan kepada penjual. Nota debet merupakan bukti bahwa pembeli telah mendebet akun penjual. Jika transaksi dilakukan secara kredit, maka pembeli akan mendebet akun hutangnya pada rekening penjual (kewajiban pembeli berkurang). Jika transaksi dilakukan secara tunai, maka pembeli akan mendebet akun kasnya sebagai akibat dari penerimaan uangnya kembali. Sama dengan retur penjualan, retur pembelian tergantung pada kesepakatan bersama antara penjual dan pembeli.
Well, that’s all for Credit and Debit Memorandum guys :D
Semoga mudah dicerna dan bermanfaat untuk kita semua ^^

15 komentar:

  1. terima kasih banyak...sangat membantu

    BalasHapus
  2. thanks ya, kata-katanya mudah dimengerti :)

    BalasHapus
  3. nota lredit di catat di jurnal ap.?

    BalasHapus
  4. kaka mau tanya ni , awam banget saya ga ngerti dapet tugas .
    Kalo Nota Terima Barang itu sama dengan Nota Debet atau Kredit ???
    Kalo Nota Keluar Barang itu sama dengan Nota Debet atau Kredit ???

    makasih kaka

    BalasHapus
  5. Nota kredit dicatat di jurnal umum / memorial.
    Nota terima barang itu indikasi adanya retur penjualan, jadi bisa disamakan dengan nota kredit yg dibuat perusahaan.
    Nota keluar barang indikasinya ada retur pembelian, jadi bisa seperti nota debit yang dibuat perusahaan.

    BalasHapus
  6. Saya bikin slide tutorial dan ngelink nya ke blog ini. Kalo bisa dapet nota kredit yang asli juga.
    Thanks. sangat membantu tulisan nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang bs membantu. Kapan2 saya dikirimi tutorialnya ya.

      Hapus
  7. Ka mau tanya kalau untuk dokumen nota kontan ada PPNnya. jurnalnya apa iya ka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. PPN yang ada di transaksi pembelian tunai barang dagangan dicantumkannya sebagai ppn masukan. jadi jurnalnya
      pembelian/barang dagangan (D) xxxx
      ppn masukan (D) xxxx
      Kas (K) xxxx

      Hapus
  8. trimakasih mbak, sy ngaudit malah msh agak bingung debit nota x_x

    tapi membaca blog ini menjadi terbantu.. xie xie

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe senang bisa membantu, tetep semangatt ya

      Hapus